Rabu, 04 Mei 2011

Modifikasi Suzuki Satria F-150 2008 Ditopang 18 Jeruji

Modifikasi Suzuki Satria F-150 2008

Suzuki Satria F-150 2008, Ditopang 18 Jeruji


Ini jurus lanjutan buat pemula suka tampil kinclong ala Thai look. Pemula dimaksud adalah mereka yang baru pertama main modifikasi. Kalau punya duit lebih, dilanjut main contezt namun masih tetap mempertahankan tema awal.

Untuk contezt harus punya tema fokus. Coba perhatikan roda Satria F-150 milik  Deni dari Pasuruan, Jawa Timur ini. Unik, tapi juga ngeri. Baik Deni maupun Ponijan sang modifikator terbilang nekat. Bagian inilah yang terlihat janggal, alias tidak lazim. Pelek depan belakang hanya ditopang masing-masing 18 jeruji.

Weleh, gak bahaya tuh, Bro? "Bukan murni untuk harian. Hanya untuk contezt saja, jadi maaf sedikit mengesampingkan safety riding. Tapi, secara umum aman-aman saja, walau sesekali motor ini memang dipakai untuk aktivitas harian. Untuk mengendarainya, jelas nggak bisa sembarangan, sedikit hati-hati harus cari jalan yang mulus," terang Ponijan dari Zhan Modified (ZM).

"Saya bosan dengan desain pelek variasi yang begitu saja. Terlalu umum dan banyak yang mengaplikasi. Makanya saya punya ide untuk membuat seperti ini, biar tidak ada yang menyamai," beber juragan bengkel di Ds. Carat, Gempol, Pasuruan.

Zhan memang berani, termasuk keputusannya membuat pelek handmade. Dia tanpa ragu sedikitpun mengepras atau main papas habis bagian palang dan teromol pelek orisinal Jupiter MX 135LC CW. Setelah hanya menyisakan pelek, lantas Zan membuat lubang berjumlah 18 sebagai tempat jeruji. Zhan mengerjakan sendiri proses membuat lubang itu dengan menggunakan bor.

"Lubang itu dibuat berpasangan dan berkelompok. Terdiri dari tiga kelompok, jadi masing-masing kelompok terdiri dari 6 jeruji. Lantas jeruji tadi dipasang lurus tanpa menyilang. Biar terlihat seperti pelek balok tapi menggunakan jeruji," tambah Zhan yang mengaku mengaplikasi jeruji ukuran standar pelek ring 17. Sedangkan untuk yang belakang pakai jari-jari pelek variasi untuk Mio.

Sementara pada bodi, tampang terondol sedikit menyisakan cover bodi adalah ciri dan identitas penganut aliran drag style. Untuk langkah ini, Zhan sepertinya sengaja menonjolkan rangka.

Biar kesan motor drag makin kental, Zhan nekat melubangi rangka dengan rapi. Lantas mengecatnya dengan berbagai warna ngejreng. Motif yang dipilih grafis dengan corak yang menyesuaikan bodi samping. Khusus untuk bodi samping ini sengaja comot milik Honda Revo yang modelnya memang terlihat sporty. Tidak lupa dipasang juga angka layaknya nomor start. Pilihannya nomor 6 yang merupakan angka favorit.

Sok Depan Custom

Sok depan yang diaplikasi pada besutan warga Gempol Pasuruan ini sempat membuat pangling. Karena sepintas bentuknya mirip sok produk varisasi. "Ini sokbreker asli Satria F. Tapi, sedikit dimodifikasi biar lebih menarik," terang Zhan.

Lebih menarik yang dimaksud secara dimensi. Jika dibiarkan standar, terkesan cupu alias culun punya. Sebab ceking dan kurang kokoh. 

Modifikator ramah ini membungkus bottom sok itu dengan bahan pipa. Lantas dicat warna-warna berkarakter candytone. Sedikit sentuhan kecil di sektor sok depan ini turut mendongkrak tema serta penampilan yang ingin ditonjolkan.

Jurus ini juga bisa menghemat budget modifikasi. Sebab biayanya tidak semahal kalau harus ganti sok dengan produk variasi.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow Drag 2,00-17
Ban belakang : Swallow Drag 2,15-17
Knalpot : R9
Setang : Ride-It
Spido : Type-R
CDI : BRT

Suzuki Satria F-150 2005 MODIFICATION, Sepatu Kaca Dari Pademangan

Modifikasi Suzuki Satria F-150 2005

Suzuki Satria F-150 2005, Sepatu Kaca Dari Pademangan

Bagai dongeng Cinderella yang impiannya terwujud setelah memiliki sepatu kaca pemberian Sang Peri. Itu Yang dialami langsung Samsul Bahri, tak ubahnya macam cerita puteri yang punya akhir cerita bahagia itu. “Impian punya motor kinclong akhirnya terwujud,” aku pemilik Suzuki Satria F-150 yang tinggal di Pademangan, Jakarta Utara.

Dibilang sepatu, tentu enggak jauh dari alas kaki. Begitu juga di Satria F-150 ini. Daya tariknya, ada di kaki-kaki. Sektor ini, seakan bersinar walau tanpa lampu. Enggak percaya? lihat aja sokbreker depan, lengan ayun, teromol pelek, cover blok mesin dan cover kepala silinder. Semua dibikin tampil kinclong!

"Bagian yang punyai kandungan logam ini dilapis krom dulu sebelum disiram cat. Supaya, warna itu nantinya memberikan efek menyala yang konsisten,” kata Cristoforus Megi, selaku ‘peri’ airbrusher dari Shegi Custom Paint di Jl. Taman Permata Indah, RT 01/07, Jakarta Utara.

Memang, proses pengerjaan tergolong rumit. Butuh kesabaran karena membutuhkan pengampelasan yang cukup banyak. “Setelah tahap krom dan ampelas, lebih bagus lagi jika dipernish clear terlebih dahulu sebelum ditiban cat. Jadi, warna yang timbul nantinya tidak redup,” tambah pria akrab disapa Megi ini.

Demi menghasilkan warna yang menyala, tentu dibutuhkan jenis candy tone yang secara harafiah disebut cat permen. He..he..he... Selain memiliki warna lebih cerah, cat ini juga tidak menutup lapisan warna yang ada di bawahnya. Makanya jika didukung dasar yang mengkilap macam krom, hasilnya pasti menimbulkan efek pantulan seperti kaca.
Meski tampilan pacuan tetap mengandalkan bodi standar. Justru malah menambah nilai plus. Soale, konsep yang diusung mengadopsi aliran racing look. Yup, macam gaya Satria F-150 di Thailand. Mendukung tema racing look, pemakaian beberapa komponen pendukung juga diperlukan.

Knalpot, pijakan kaki dan setang yang memang lazim digunakan di ajang drag bike. Ban dan pelek juga tidak mau kalah. “Malah sengaja diganti pakai pelek jari-jari. Ditambah ban tipe slick agar wajah motor juga tetap terlihat garang,” bilang Samsul yang berkata kalau motor ini sempat berkecimpung di arena balap liar. Wah, tobat cuy. Main contezt aja!

He..he..he..

Sesuai Kebutuhan

Karena bertujuan untuk ajang contezt, tentu varian warna pada bodi motor tidak boleh sebatas satu sampai tiga warna. Hal ini, bisa berpengaruh besar saat penilaian.

“Warna sebisa mungkin harus banyak dan bervariasi. Dan didominasi kelir cerah seperti hijau, kuning dan ungu,” tegas Samsul yang masih berusia 18 tahun ini.

Jika dihitung, kelir di Satria F-150 ini terdiri lebih dari 5 warna. Bisa 7 atau mungkin 10 warna. Namun dari sekian banyak warna, tidak satu pun dibiarkan dominan.

Tentu bukan tanpa sebab. Karena memang untuk mengejar tampilan cerah. Kalau terdapat hitam, hanya sebatas pendukung. Bisa juga dibilang sebagai pemisah antar warna demi perpindahan smooth dari satu warna ke warna lain.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow Drag 50/90-17
Ban belakang : Swallow Drag 60/80-17
Knalpot : DBS
Setang : Baros
Sokbreker : Yoko